https://i.gyazo.com/ee17b06ee5d07681dd8c1822a8a36b77.png

Mempertahankan Profit di Tengah Spread yang Melebar

Pengertian spread adalah selisih dari harga jual dan harga beli, yang merupakan keuntungan bagi broker. Setiap selisih harga pada pair mata uang akan dikenakan point yang berbeda. Bahkan jika pairnya sama, nilai spreadnya bisa jadi tidak sama. Sebab yang menetukan nilai selisih harga adalah masing-masing broker. Jika perusahaan pialang memasang fixed spread nilainya tidak akan berubah mengikuti kondisi pasar. Sementara floating spread, nilainya akan berubah mengikuti kondisi terkini pasar.

Kelebihan dan Kekurangan Floating Spread

https://i.gyazo.com/92d12e301f84ce1a2b377a1ae853175d.png

Situasi pasar terkini akan mempengaruhi selisih harga yang di tetapkan oleh perusahaan pialang. Nilai dari floating spread berubah sesuai dengan volatilitas, terasa membebankan bagi trader bila harga pasar melaju naik. Untuk sebagian orang, kenaikan volatilitas tetap dinantikan, sebab dalam momen tersebut tidak hanya broker yang memperoleh keuntungan. Trader pun dapat mencetak profit dalam waktu yang singkat.

Kerugian secara finansial dirasakan bagi trader yang terlanjur membuka posisi terlalu cepat. Sementara di perjalanan harga pasar terjadi lonjakan. Sehingga selisih harga pun menjadi bertambah. Selama anda tidak loss, maka pengaruhnya masih bisa teratasi walaupun berat.

Untuk menghindari floating spread. Tidak heran apabila para trader kerap membuka posisi di saat yang bersamaan. Tetapi dampaknya justru pada saat membuka posisi, prosesnya menjadi lebih lambat. Tentu saja trader juga yang akan menerima kerugiannya.

Karena delay position, otomatis anda kehilangan momen harga yang di inginkan. Sehingga terpaksa melakukan transaksi pada posisi yang berbeda dari harga awal. Sementara di saat yang sama anda masih harus menanggung nilai selisih harga yang membesar. sebaiknya selalu memastikan nilai spread dan ketentuang yang broker berikan. Langkah ini penting diterapkan oleh semua trader sebelum memulai untuk bertrasaksi mata uang.

Kelebihan dan Kekurangan Fixed Spread

https://i.gyazo.com/b868013fc8bcd5c81e63f19110f00227.png

Broker akan menetukan harga pasti atau fixed spread pada selisih harga bid dengan ask. Selisih harga tidak akan berubah selama tidak terjadi gerakan volatilitas pasar yang sangat besar. Tetapi broker dapat sewaktu-waktu menaikkan harga bila situasi pasar memang mengharuskan mereka merubah ketentuan.

Biasanya broker akan menambahkan catatan yang menyebutkan, nilai selisih harga pada pair mata uang tertentu dapat naik. Jika di luar prediksi terjadi lonjakan situasi yang sangat kuat dan memepengaruhi kondisi pasar. Namun disaat situasi pasar sedang tenang, perusahaan akan memberikan harga yang lebih besar lagi.

Dalam hal ini cara menghitung manajemen keuangan lebih mudah di tentukan. Sebab potensi profit dan loss nya sudah di ketahui. Cara ini cocok bagi trader yang masih baru mencoba. Karena terkadang masih kesulitan mengatasi lonjakan harga pasar. Sayangnya menerapkan fixed spread membuat dana rentang terkena requote. Selain itu untuk melakukan eksekusi pun harus menunggu cukup lama.

Mengetahui Broker Nakal Bekerja

Broker yang mengambil selisih harga pada pair mata uang dalam jumlah kecil, umumnya mampu menarik minat trader khususnya pemula. Sebab semakin tinggi selisih harga yang di tawarkan, maka resiko bagi trader terbilang besar.

Karena itu jika anda perhatikan, banyak sekali perusahaan pialang yang memasang promosi menawarkan spread kecil. Saran saya pilih broker yang sudah bergabung di bawah naungan Bappepti. Sebab pemerintahan sendiri menciptakan peraturan yang berfungsi melindungi trader dalam negeri.

Tidak semua broker memiliki tujuan positif dalam bertrading. Oleh sebab itu secara pribadi anda harus menghindari diri dari broker-broker curang yang mencurigakan. Cara kerja broker yang menipu tradernya adalah dengan berpura-pura memberikan selisih harga kecil pada beberapa pair mata uang tertentu.

Namun begitu anda sudah memilih pair mata uang untuk di tradingkan, nominal spreadnya menjadi lebih besar. Tidak jarang harga keuntungan yang diminta bahkan lebih tinggi dari nominal rata-rata.

Perlu dicatat bahwa selisih harga merupakan keuntungan yang wajib diterima oleh broker. Jadi trader harus membayarkan keuntungan tersebut apapun kondisi transaksi anda. Mungkin saja pada satu transaksi situasinya anda profit, keuntungan tersebut akan terpotong biaya keuntungan broker yang besar. Sehingga trader tidak mendapatkan profit maksimal.

Bila permintaan keuntungan broker nominalnya cukup besar, maka profit yang di terima terpotong untuk membayar selisih keuntungan harga. Namun, parahnya jika transaksi loss, maka trader harus menanggung lebih banyak beban keuangan.

Bertransaksi Saat Volatilitas Menurun

https://topbrokers.com/files/rubricator/Low_spreads_companies_on_Currency_FX_market.jpg

Alasan mengapa pair mata uang negara utama atau mayor memiliki tarif selisih harga yang lebih tinggi dibanding pair mata uang negara minor. Hal tersebut di karenakan volume yang tinggi pada pair mata uang mayor.

Naiknya nilai volume trading forex akan berdampak langsung pada nilai spread menjadi berada di angka terendah. Jika kondisi likuiditas pasar menurun maka nilai selisih harga akan meluas akibat terpicu situasi ekonomi dari jeda waktu transaksi.

Perbedaan yang jauh antara harga ask dengan bid dapat menghasilkan nilai spread tinggiuntuk broker. Jika nilai selisih harga melambung tinggi, kemungkinan volatilitas pasar juga tinggi. Disaat yang sama maka nilai likuiditas rendah, dapat disebabkan transaksi terjadi di luar jam trading.

Spread yang meluas secara masif umumnya dipicu dari kondisi besar sebuah negara. Trader dapat mencoba membuka posisi di market besar ketika volatilitas menurun. Namun dalam waktu likuiditas berada di posisi terkuatnya.

Peka Terhadap Perubahan Pasar Forex

https://i.gyazo.com/cf2d0f7cae248d59dec178b0e98ccac4.png

Likuiditas yang tinggi memang membuat orang sulit untuk melakukan prediksi arah pasar. Terlebih lagi hal tersebut akibat rilisnya sebuah berita ekonomi. Berita forex sendiri berpengaruh atau tidak tergantung dari respon yang ditimbulkan. Apakah memenuhi persyaratan terjadinya fluktuasi harga.

Trader sendiri akan mencari solusi agar posisinya tidak bersentuhan dengan spread yang melebar. Sebab jika terjebak dalam situasi tersebut. Dana margin akan tergerus, sehingga margin call tak dapat dihindari.

Jika sudah demikian trader harus bijaksana dalam membuka posisi dan mengurangi pemakaian leverage. Hal tersebut merupakan langkah antisipasi dalam melindungi dana modal dari gerusan spread yang melebar.

Menekan Pengunaan Leverage Untuk Menyelamatkan Posisi

Keuntungan broker merupakan biaya yang wajib dibayarkan pada saat bertransaksi trading. Jika terjadi floating spread dapat terjadi biaya pembayaran keuntungan broker yang membengkak. Fakta ini jelas mengurangi keuntungan pribadi bagi trader.

Karir anda sebagai trader dapat terhenti jika tidak ada lagi modal untuk bertransaksi. Perlu di garis bawahi bahwa nilai likuiditas pair mata uang dengan rasio leverage yang salah perhitungan dapat menghabiskan modal trader.

Memilih leverage dalam perbandingan yang besar juga memerlukan biaya spread yang besar. Semuanya itu akan diambil dari akun ekuitas trader. Karenanya bijaksana dalam menggunakan dana pinjaman broker.

Bermain pada jam trading forex tertentu juga bisa meminimalisir biaya pembayaran keuntungan broker. Mata uang tertentu yang sifat likuiditasnya tinggi lebih menjanjikan untuk di tradingkan pada jam-jam tertentu yang ukuran spreadnya rendah. Jika kondisi selisih harga sudah terlanjur melebar, maka tunggulah hingga nilai kembali ke titik awal.